Anime & Belum Apa-Apa Sudah Politik 2024

Kimetsu no Yaiba (Demon Slayer)

Kimetsu no Yaiba (The Demon Slayer), versi layar lebar (movie).

Ekspektasi: 7/10

Setelah nonton: 9.5/10

Anime cakep dengan grafis yang mumpuni, layaknya anime bagus pada umumnya. Perkelahian jarak dekat & bela diri yang mengandalkan kecepatan masih jadi ciri khas anime yang semalam saya tonton ini.

Ada banyak alasan untuk berlangganan Netflix, di antaranya ialah daftar putar serial-serial anime yang bagus seperti ini.

Setelah menamatkan serial Kimetsu no Yaiba sesi pertama (26 episode), yang paling ditunggu (tentu saja) sesi kedua dan seri layar lebar.

Biasanya, saat buka Netflix, yang saya tonton adalah daftar film layar lebar (sekali tonton langsung tamat). Setelah kenal Drakor, saya mulai menikmati daftar serial (kategori: TV Shows).

Jika playlist istri lebih mendominasi Drakor (Drama Korea), saya dipenuhi judul-judul anime.

Ada satu serial yang paling nempel di kepala, baru nonton episode pertama, namun selalu terlewati untuk ditonton, yaitu: Violet Evergarden.

Sama seperti gigi yang kuat, itu semua hasil kedisiplinan menggosok gigi dari kecil hingga sekarang. Tubuh yang bagus, juga hasil kedisiplinan workout yang panjang. Semuanya tidak berhasil dalam sekali tepuk, sekali jalan langsung jadi.

Begitupun anime, mereka melalui proses yang panjang untuk akhirnya bisa digandrungi semua orang. Tidak hanya di Jepang, tapi seluruh dunia (saya juga kaget sewaktu mendapati orang-orang Rusia menikmati genre film Jepang satu ini). Proses yang panjang ini tentu saja melalui banyak hal.

Itulah kenapa, ketika saya diajak seorang calon yang mau bersabung dalam pemilu 2024 dan saya diminta jadi konsultan, awal-awal saya ngomong ke beliau:

“Branding politik itu investasi panjang. Bukannya baru datang langsung dapat penampilan citra sebagai orang baik yang layak dipilih. Memang pemilu di sini bisa diselesaikan dengan uang, tapi ada prasyarat yang harus dipenui sebelum masuk ke situ: 10-20 tahun sebelum Anda maju, sudah jadi orang baik lebih dulu.”

Lantas saya bercerita tentang perjalanan Anime ke seluruh dunia.

Sugeng pagi, semuanya. Pandemi belum usai, tapi di timeline sudah banyak yang mencuri panggung 2024.

xD

2 comments On Anime & Belum Apa-Apa Sudah Politik 2024

  • gak juga sih . . . sekarang orang menelan mentah2 apa2 dari media & medsos juga tergantung dari selera publik pada masa itu. sekarang tergantung tim pencitraannya dalam memahami selera publik. jaman SBY pencitraannya pada postur, prestasi di militer & gaya bicara yang mengesankan. Jaman Jokowi sebelum maju capres sudah dipoles sebagai figur yang sederhana & merakyat. Esemka & blusukan itu tidak datang tiba-tiba tapi benar-benar direncanakan. dan itu gak harus nunggu 10-20 tahun.
    Anaknya Pak Lurah yang tahun sebelumnya mengatakan tidak mau terjun politik ujug-ujug nyalon dan menang.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer