Islam & Teologi Kekerasan

Muslim children kid men wearing white shirts Doing prayer reading book According to the principles of Islam.

Andai semua manusia tak beriman pada Allah, Dia tidak bergeser sebagai Tuhan. Andai semua orang muslim tidak taat & durhaka, Islam tidak sekalipun bergeser sebagai agama terhormat.

Itulah kenapa jika ada aksis teror yang berangkat dari teologi Islam, akui saja.

Islam itu satu hal. Sementara teologi yang terinspirasi darinya adalah lain hal (baca: Teologi Islam). Islam itu terhormat, sementara teologinya belum tentu.

Teologi yang destruktif, pilih-pilih tafsir yang keliru atas firman-firman Allah, dan permisif terhadap kekerasan yang non-legitimatif itu tidak perlu sungkan untuk disalahkan.

Dulu itu non-muslim wajib memakai penanda kekafiran, tidak boleh melewati jalan yang dilalui orang muslim, hingga orang mereka dilarang menaiki kuda yang lebih tinggi dari umat muslim. Dulu sangat dogmatis, dan sangat teologis.

Makin ke sini, kita ini tidak hanya mengafirkan non-muslim, tapi juga Ahmadiyah, Syiah, dan lain-lain.

Dari satu rahim bernama Islam saja bisa lahir teologi yang bermacam-macam, berdialektika, bahkan berperang.

Itu baru teologinya, dan prinsip ini berlaku untuk ormas Islam.

Memahami logika sederhana begini saja sempoyongan, lha kok sok-sokan mau menaklukkan Islam Liberal ‘ilman bi ‘ilmin, ‘aqlan bi ‘aqlin?

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer