Palestina & Sikap Seharusnya…

Palestine Flag Made of Metallic Brush Paint on Grunge Dark Wall

Para pemikir Islam yang liberal justru mendukung Palestina. Aneh jika Islam Liberal dianggap pendukung Israel. Apalagi dianggap “main mata” dengan Zionis atau taqiyah.

Tuduhan yang mengkhayal dan tidak bisa disalahkan itu masuk teori falsifikasi.

Sebuah klaim memiliki nilai kebenaran jika bisa dibantah. Seperti sains, ia adalah kinerja intelektual yang bisa dibantah dan bisa disanggah oleh kinerja-kinerja saintifik mutakhir yang datang belakangan.

Jika sebuah klaim tidak punya nilai seperti itu, maka ia tidak bisa disanggah (bagaimana bisa disanggah, lawong disebut benar saja belum).

Pseudosains adalah tamsilnya.

Contoh lain konsep falsifikasi adalah cocoklogi. Ia adalah kegiatan sambung-menyambung peristiwa melalui pendekatan korelatif, bukan pendekatan kausalistik (sebab-akibat).

Jika saya batuk, dan tiba-tiba turun hujan, otak cocoklogi menyambungkan batuk saya sebagai penyebab turunnya hujan. Ini korelatif, bukan kausalitik. Sebab, hujan punya faktor penyebab kenapa ia bisa muncul, yaitu proses prespitasi.

Contoh lainnya ialah bangkitnya Komunisme di Indonesia, rezim Komunis, dan gosip Komunis akan balas dendam pada Indonesia. Pemercaya gosip ini hanya menyambung-sambungkan satu peristiwa ke peristiwa lain dalam kerangka korelatif, seperti batuk dan hujan tadi.

Bagaimana bisa disanggah, lawong disebut benar saja belum.

Contoh lain lagi ialah sikap denial (menyangkal) bahwa Syiah (paling tidak diwakili Iran) merupakab “sekte” yang paling menolak Israel melalui tindakan riil. Orang yang menyangkal biasanya melontarkan keberatan:

“Itu cuma akal-akalan. Syiah itu sahabatan sama Zionis. Jika mereka anti-Zionis, mana buktinya? Kenapa mereka tidak langsung menyatakan perang pada Israel sekarang juga?”

Orang ini lupa bahwa untuk lomba kelompok saja butuh rencana matang dan perhitungan ketat. Apalagi dalam urusan perang yang sudah pasti taruhannya adalah nyawa orang.

Bagaimana pertanyaan ini bisa disanggah, lawong disebut benar saja belum.

Ini baru dua soal, belum persoalan lain seperti insinuasi pelarangan mudik & salat ied di rumah yang dianggap melecehkan Islam, dan gosip konyol TKA Cina didatangkan untuk membunuhi umat muslim atau persiapan dinasti Komunis.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer